Friday, April 4, 2025

Review Buku The Psychology of Money – Belajar Finansial dengan Cara yang Lebih “Manusiawi”


Hi Annyeong Teman Nunna

Buat kamu yang ingin belajar tentang uang tanpa harus pusing mikirin angka-angka rumit atau istilah ekonomi yang bikin pening, buku The Psychology of Money karya Morgan Housel ini wajib masuk daftar bacaan!

Buku ini bukan sekadar ngomongin investasi, tabungan, atau cara cepat kaya, tapi lebih ke bagaimana psikologi dan pola pikir kita mempengaruhi keputusan finansial. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan banyak cerita menarik, buku ini ngajarin kita cara bijak mengelola uang tanpa harus jadi jenius keuangan.

Kalau penasaran sama isi bukunya, yuk kita bahas lebih dalam!

Sekilas Tentang Buku & Penulisnya

Buku The Psychology of Money pertama kali terbit tahun 2020 dan langsung jadi salah satu buku keuangan paling laris. Morgan Housel, sang penulis, adalah mantan kolumnis The Wall Street Journal dan sekarang jadi partner di Collaborative Fund, sebuah perusahaan investasi.

Housel punya cara unik dalam menjelaskan konsep keuangan. Dia nggak cuma pakai data dan teori, tapi juga cerita-cerita sederhana yang relatable. Itulah kenapa buku ini gampang dipahami bahkan buat orang yang nggak punya latar belakang ekonomi.

Isi Buku: Uang Itu Nggak Cuma Soal Angka, Tapi Juga Emosi

Buku ini punya 19 bab, masing-masing membahas pola pikir dan kebiasaan manusia dalam mengelola uang. Dari keseluruhan isi buku, ada beberapa pelajaran utama yang menurutku paling menarik dan penting buat kita semua.

1. Kaya Itu Beda dengan Kelihatan Kaya

Housel menjelaskan bahwa banyak orang terlihat kaya, tapi sebenarnya nggak benar-benar kaya.

Orang yang sering pamer mobil mewah, rumah besar, atau barang branded mungkin terlihat kaya, tapi bisa jadi mereka sebenarnya penuh utang.

Sebaliknya, orang yang benar-benar kaya biasanya low profile, hidup sederhana, dan nggak terlalu peduli soal status sosial.

Pelajaran buat kita: Jangan terjebak dalam gaya hidup hedon hanya demi terlihat sukses. Lebih baik fokus membangun kekayaan yang nyata dengan cara hidup hemat dan investasi jangka panjang.

2. Keberuntungan & Risiko Itu Nyata dalam Keuangan

Housel menggunakan contoh Bill Gates untuk menjelaskan konsep ini.

Bill Gates jadi orang super kaya bukan cuma karena dia pintar, tapi juga karena dia beruntung—lahir di lingkungan yang tepat, punya akses ke komputer di usia muda, dan bisa memanfaatkan peluang.

Di sisi lain, banyak orang lain yang sama pintarnya, tapi nggak seberuntung dia.

Apa artinya buat kita?

Jangan terlalu cepat menilai kesuksesan seseorang hanya dari kerja kerasnya. Kadang, ada faktor keberuntungan yang berperan.

Sebaliknya, jangan remehkan risiko. Banyak orang bangkrut bukan karena mereka bodoh, tapi karena kena sial di saat yang salah.

Jadi, saat mengambil keputusan keuangan, kita harus menyiapkan rencana cadangan dan nggak terlalu percaya diri bahwa semuanya bakal berjalan sesuai harapan.

3. Pengelolaan Uang Itu Lebih Penting daripada Penghasilan Besar

Banyak orang berpikir kalau mau kaya, mereka harus punya gaji besar. Padahal, menurut Housel, yang lebih penting adalah bagaimana kita mengelola uang yang kita punya.

Orang dengan gaji besar tapi boros = bisa tetap miskin.

Orang dengan gaji biasa tapi disiplin menabung & investasi = bisa membangun kekayaan.

Pelajaran buat kita:

Nggak peduli seberapa besar penghasilanmu, kalau nggak bisa mengatur uang dengan baik, kamu tetap bisa mengalami krisis keuangan.

Kebiasaan kecil seperti menabung secara rutin, menghindari utang konsumtif, dan hidup sesuai kemampuan bisa bikin kondisi finansialmu jauh lebih stabil.

4. Waktu Adalah Kunci Keajaiban Keuangan

Salah satu konsep paling keren di buku ini adalah compound interest (bunga berbunga).

Housel menjelaskan bahwa kekayaan terbesar bukan datang dari berapa banyak uang yang kita hasilkan, tapi dari berapa lama uang itu bekerja untuk kita.

Contoh nyata: Warren Buffett sudah mulai berinvestasi sejak remaja. Seandainya dia baru mulai di usia 30-an atau 40-an, kekayaannya nggak akan sebesar sekarang.

Apa artinya buat kita?

Mulai menabung dan investasi secepat mungkin. Jangan tunggu sampai punya penghasilan besar.

Waktu adalah aset terbesar dalam membangun kekayaan, jadi semakin cepat kita mulai, semakin besar hasilnya di masa depan.

5. Kendalikan Emosi Saat Mengelola Uang

Banyak keputusan finansial buruk terjadi bukan karena kurang pengetahuan, tapi karena emosi kita nggak stabil.

Ketakutan & kepanikan: Saat pasar saham turun, banyak orang buru-buru menjual investasi mereka karena takut rugi, padahal kalau sabar menunggu, nilainya bisa naik lagi.

Keserakahan: Banyak orang ingin cepat kaya, akhirnya terjebak investasi bodong atau skema cepat kaya yang berisiko tinggi.

Pelajaran buat kita:

Jangan biarkan emosi menguasai keputusan finansial.

Pahami bahwa naik-turun dalam investasi itu wajar, yang penting tetap tenang dan berpikir jangka panjang.

Kenapa Buku Ini Wajib Dibaca?

Kalau kamu masih ragu apakah buku ini layak dibaca atau nggak, aku kasih beberapa alasan kenapa The Psychology of Money bisa jadi game changer dalam cara kamu melihat keuangan:

✅ Bahasanya ringan & gampang dipahami – Cocok buat pemula yang nggak punya latar belakang finansial. 

✅ Penuh cerita inspiratif – Bukan cuma teori, tapi juga kisah nyata yang relatable.

✅ Membahas aspek psikologis & emosional dalam keuangan – Ini sesuatu yang jarang dibahas di buku keuangan lain. 

✅ Bisa mengubah cara pandangmu tentang uang – Setelah baca, kamu bakal lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Uang Itu Bukan Sekadar Matematika, Tapi Tentang Perilaku

Inti dari buku ini adalah keuangan itu lebih tentang bagaimana kita bersikap, bukan seberapa pintar kita dalam berhitung.

Banyak orang gagal dalam mengelola uang bukan karena kurang pengetahuan, tapi karena nggak bisa mengontrol kebiasaan dan emosinya.

Jadi, kalau kamu pengen lebih paham cara mengelola uang tanpa harus jadi ahli keuangan, buku ini bisa jadi bacaan wajib yang bakal ngebantu kamu membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Rekomendasi? 9/10! Wajib baca, terutama buat kamu yang ingin mengatur keuangan dengan lebih bijak tanpa stres!

Nah, gimana? Jadi makin penasaran buat baca bukunya langsung? Semoga review ini bisa kasih gambaran yang jelas ya! Kalau udah baca, share juga pendapat kamu tentang buku ini!

0 comments:

Post a Comment