#BookReviewEps17
Sisa || esvr2004 || @lovrinzpublishing.id || Cetakan Pertama, Juni 2025 || 210 halaman
Rate : 4.5/5 ⭐
Seberapa jauh kau melangkah demi membalaskan sesuatu yang bahkan dunia pun memilih untuk melupakannya?
- Sisa, esvr2004 -
Coba bayangkan bagaimana jika orang yang paling berarti di hidupmu saat ini dan kamu hormati tiba-tiba berubah menjadi sosok yang dipandang sebagai musuh banyak orang. Apakah kamu akan menghindar darinya? ataukah kamu akan seperti Darma Jati Utama dalam novel SISA karya Esvr2004 ini, bergerak, mengerahkan segala kemampuannya, dan memburu kebenaran? Memangnya siapa yang begitu diperjuangkan untuk kembali baik nama baiknya oleh Darma?
Sosok itu adalah Widagdo Utama, kakek dari Darma yang dijebloskan ke penjara melalui operasi internasional. Melihat sosok yang selama ini ia hormati duduk di kursi pesakitan. Ada bara di dalam diri Darma yang membuatnya tidak hanya ingin membalas dendam tapi mengembalikan nama baik kakeknya. Darma yang merupakan seorang hacker menggunakan semua resource yang ia miliki untuk menelusuri kembali jejak operasi dan siapa dalang yang menjebloskan kakeknya ke penjara.
Novel SISA ini sejak halaman-halaman awal sudah membawa pembacanya ke adegan-adegan misterius yang menegangkan. Bahkan hingga akhir novel ketegangan dalam membaca berhasil dijaga oleh penulisnya. Banyak sekali part-part cerita menegangkan seperti tokoh-tokoh yang tiba-tiba menghilang, perjalanan Darma menelusuri kata kunci demi kata kunci, latar yang berpindah dari Surabaya ke Rusia, tembak-menembak di bandara, kejar-kejaran mobil di jalanan Rusia, hingga penyamaran di kapal pesiar.
Gila sih, saya dibuat beberapa kali bereaksi, "loh lok", "wah", "eh, eh, keren" dan banyak ekspresi lainnya selama membaca. Namun, di tengah-tengah membaca saya baru sadar sepertinya ada dimensi cerita lainnya yang harusnya menjadi latar cerita novel SISA ini, karena saya merasa ada yang "missing". Dan setelah saya iseng menanyakan pada penulisnya, novel SISA ini bisa dibaca stand alone tapi jika kita membacanya dari novel DIA (yang akan segera saya baca setelah ini), mungkin perasaan "missing" itu akan terjawab.
Overall, novel SISA ini seru banget untuk dibaca. Cara penulisannya asik tidak terlalu "berat" meskipun ide ceritanya grande banget. Sesungguhnya bisa sekali dibaca dalam sekali duduk, tapi karena saya masih di slow read mode, saya perlu beberapa hari menuntaskannya.
Kawan-kawan bisa coba baca sendiri novelnya yah. selamat membaca.








