Sunday, June 21, 2026

Mengakhiri Tragedi dengan Duka

#BookReviewEps19

Fallen Petals || Pandu Firmansyah || @penerbitharu ||  Cetakan Pertama, Desember 2025 || 224 halaman 

Rate : 4.5/5 ⭐


Diam! Tolong diam, hentikan omong kosongmu!

Rasanya Pilar ingin berteriak.

Kau yang awalnya mencoba bunuh diri! Berusaha meninggalkanku sendirian! Lalu sekarang kau bertingkah sok perhatian? Dasar egois.

- Fallen Petals | Pandu Firmansyah - 


Apa yang kamu harapkan dari sebuah novel yang dibuka dengan kasus pembunuhan di sebuah kota kecil di Austria? Apa kamu akan berharap novel ini akan membuatmu berbunga-bunga atau membuatmu merasakan geli-geli di perut saat membacanya? Lupakan kawan, meskipun judulnya Fallen Petals atau covernya seakan berbunga-bunga seperti novel romance, tapi ini Iyamisu novel ala penerbit Haru. Maka siap-siaplah membaca novel yang penuh misteri.

Dibuka dengan scene penemuan kepala seorang laki laki dan kemudian tubuhnya ditemukan di lokasi terpisah. Segelap itu novel ini coba digambarkan oleh penulisnya di awal kita baca. Kemudian dilanjutkan dengan fragmen cerita dari 4 POV dari Camilla, Pilar, Joerg, dan Mattia. Siapa keempat orang itu? Kalian harus baca sendiri, tapi aku baru kali ini baca novel yang kesemua tokohnya menurutku adalah korban. 

Jujur, saat POV Camilla aku merasa draining sekali membacanya. Disajikan dalam bentuk catatan harian atau tulisan diary, buatku membaca catatan hidup orang lain yang "sakit" itu buat aku berasa ikutan sakit. Entah kenapa lelah sekali membaca part Camilla ini seperti masih kebingungan ini sebenarnya cerita tentang apa sih, dan posisi Camilla ini bagaimana di novel ini. Namun, saat fragmen cerita bergerak ke POV lain, mulai lebih cepat bacanya. Lebih terbuka ini arahnya kemana, kasusnya bagaimana, dan kaitan dari keempat tokoh itu dalam tragedi panjang ini. 

Satu hal yang aku rasakan selama membaca novel ini, "Wah sakit sih ini penulisnya, bisa bikin cerita yang keempat tokohnya sesakit ini.". Bagaimana Pandu bisa mengeksplor tiap tokoh itu dengan deritanya masing-masing dan membuat kita pembacanya jadi berpikir bagaimana bisa empat orang dengan tragedi hidup dan deritanya masing-masing menjadi saling terkait dan satu sama lain menjadi penyebab derita bagi tokoh lainnya. 

Bahkan saat terakhir novel ini selesai kubaca, tidak ada satupun dari tokohnya yang dimenangkan, paling tidak itu menurut pembacaanku. Sakit sih. Novel ini bukan hanya novel cerita pembunuhan tapi lebih kena ke psikologis pembacanya. Bukan ketakutan yang dirasakan saat baca novel ini tapi rasa kosong yang entah berasal dari mana. Satu hal lagi yang aku pelajari dari novel ini, tragedi tidak hanya harus berakhir dari bahagia, bahkan jika tidak ada yang dimenangkan pada akhirnya, jika tragedi itu berakhir pun tak jadi soal. 

Ada satu gong di akhir yang wajib kalian baca, saya ga mau spoiler deh. Kalau kamu suka banget genre bacaan Iyamisu, novel Fallen Petals ini bisa jadi pilihan bacaan. 

Selamat membaca. 





Sunday, April 19, 2026

Dunia Ajaib Anak-anak dalam Kisah 1001 Tanya: Cerita-cerita dari Rasa Ingin Tahu karya Noor H. Dee


#BookReviewEps18

Kisah 1001 Tanya : Cerita-cerita dari Rasa Ingin Tahu || Noor H. Dee || @indonesiatera ||  Cetakan Pertama, Maret 2026 || 110 halaman 

Rate : 5/5 ⭐

Mengulik dunia anak selalu tidak pernah ada habisnya. Selalu ada hal ajaib dan mengejutkan dari anak-anak. Termasuk cerita-cerita yang ada di buku karya kak Noor H. Dee yang berjudul Kisah 1001 Tanya. Iya, bukum kumpulan cerita ini tercipta dari pertanyaan yang terlontar dari adik-adik kecil. Kita bisa temukan pertanyaan seperti ini...

Mengapa bintang bisa bersinar?

Mengapa bunga bisa indah? 

Apa jadinya jika dunia mati lampu semua? 

Terbuat dari apa awan?

Bisakah aku seumur hidupku?

atau sesederhana 

Bagaimana cara meredam bersin ayahku yang menggelegar?


Kebayang gak sih kalau anak-anak di sekitar kita mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan ajaib yang polos dan penuh ingin tahu, bagaimana jawaban yang bisa kita siapkan. Kalau saya, jujur akan sedikit kesulitan memilih jawaban yang tepat. 

Jawaban yang mungkin membuat pikiran penuh imaji anak-anak itu puas. 

Saat membaca buku ini, saya menemukan bahwa tidak semua pertanyaan harus dijawab. Kadang ia akan menjadi pintu pembuka pada sebuah kisah dan petualangan lainnya. Ada 18 cerita di buku ini dan satu dari kedelapan belas cerita itu ditulis oleh penulis kecil Alifah Sakhi Qotrunada atau @bubanada_. Penulisan buku ini juga melibatkan editor kecil @nyala.matahari. Buku ini jadi makin terasa buku anak. 

Imaji saya dibawa terbang ke dunia ban yang impiannya menggelinding di sirkuit sentul. Kemudian ke dunia yang telah seribu hari tanpa lampu, yang ternyata hidup masih berjalan baik-baik saja. Meskipun hidup berjalan lebih lambat, semua orang merasakan ketenangan yang telah lama hilang. 

Tapi yang membuat saya paling terkesan, ada sebuah cerita berjudul Meredam Bersin Ayah. Kenapa terkesan? Karena saya jadi teringat dengan almarhum papa saya yang suara bersinnya menggelegar. Bahkan sampai tetangga rumah selalu tersadar jika papa sedang bersin meskipun dari dalam rumah. Waktu itu, saya juga sempat berpikir kenapa bisa bersin papa bisa begitu besar suaranya. Tapi ternyata, sekarang saya memiliki nada bersin yang sama dengan papa. Ah memori itu. 

Senang sekali ada sebuah buku cerita anak yang tidak hanya bisa dibaca oleh anak-anak tapi juga oleh orang dewasa. Ceritanya membawa kita terlempar ke kenangan masa lalu dan menghangatkan hati saat membacanya. Ternyata memang tidak semua tanya perlu dijawab, kadang ia hanya menjadi pintu pembuka pada sebuah kisah dan petualangan lainnya. 

Semoga kalian yang membaca buku ini juga menemukan kehangatan yang saya rasakan saat membacanya. 

Selamat membaca.  

Monday, April 13, 2026

Banyak Cerita yang Tertahan

 

Hi Annyeong Teman Nunna,

Rasanya lama sekali tidak menulis catatan personal di sini. Beberapa waktu terakhir, ruang ini hanya berisi ulasan atau review buku yang saya baca. Bukan, bukan karena berhenti menulis, tapi mungkin saya menemukan media lain untuk menuangkan kata-kata. 

Namun, sepertinya sudah waktunya untuk kembali pulang. Ke media blogspot yang menjadi awal perjalanan menulis saya selama ini. And here i am now. Kalau ditanya apa saja yang terjadi sejak saya jarang menulis di sini dan hanya mengisinya dengan review buku? Banyak sekali cerita yang tertahan dan sengaja disimpan. Demi tidak ingin mengumbar hal personal ke sebuah media. Tapi mari kita pilah pilih di sini sekarang mana yang masih bisa saya bagikan ke Teman Nunna di manapun kalian berada. Meskipun, saya tidak yakin apakah ada yang masih membaca tulisan-tulisan saya di blog ini.

Dalam masa-masa terakhir sejak 2025, saya merasa harus membaca lebih banyak dan meriset lebih banyak. Karena saya ingin menelurkan karya tidak hanya menulis cerpen, tapi saya ingin menerbitkan novel perdana saya kala itu. Dan yah... prosesnya memang harus sedikit dipaksa tapi jadi. 

Di tahun 2025 saya merilis novel pertama saya berjudul Kinasih, selang beberapa bulan novel kedua saya Rasa yang Membasuh Luka juga terbit. Keduanya diterbitkan oleh LovRinz Publishing. 

 Novel Kinasih

Novel Rasa yang Membasuh Luka

Keduanya saya terbitkan melalui event dan self publish. Saya sebagai penulis bertanggung jawab juga untuk memasarkan kedua novel tersebut. Promosi juga dilakukan mandiri. Apakah saya puas? Sebagai penulis tentu saya puas telah menuliskan sebuah karya. Tapi saya jadi kemudian tertantang bagaimana ya rasanya kalau karya kita diterbitkan oleh penerbit mayor. 

Di luar menerbitkan dua novel itu. Banyak sekali kejadian yang rasanya membuat menarik nafas dalam sekali. Tapi ya, hidup tetap harus dijalani kan ya meskipun sambil Ya Allah Ya Allah. Mulai dari kisah pertemuan, kehilangan, berlimpah rezeki, hingga tantangan dalam hidup yang rasanya tak usai-usai. 

Tau gak, kenapa rasanya sekarang sepertinya sedikit gelisah saat membagikan kisah pribadi atau pengalaman hidup. Karena saya tuh merasa tidak ada yang menarik dan layak untuk dibagikan agar semua orang tahu. Selain membagikan karya tentunya. Takut merasa dihakimi sekaligus takut merasa diabaikan. Rumit sekali. Jadi, akhirnya yang berisik sekarang diusahakan hanya karya dalam bentuk apapun. 

Karena itu setelah ini akan ada banyak cerita yang tertahan. Sekaligus akan ada banyak karya yang akan dibagikan, semoga. 

Semoga kalian, teman Nunna tidak lelah mengikuti dan membaca tulisa-tulisan saya di media manapun. 

Dengan penuh kasih, 

Nunna

Sunday, April 5, 2026

Memburu Kebenaran Hingga Lintas Batas di novel SISA

#BookReviewEps17

Sisa || esvr2004 || @lovrinzpublishing.id ||  Cetakan Pertama, Juni 2025 || 210 halaman 

Rate : 4.5/5 ⭐


Seberapa jauh kau melangkah demi membalaskan sesuatu yang bahkan dunia pun memilih untuk melupakannya?

- Sisa, esvr2004 - 


Coba bayangkan bagaimana jika orang yang paling berarti di hidupmu saat ini dan kamu hormati tiba-tiba berubah menjadi sosok yang dipandang sebagai musuh banyak orang. Apakah kamu akan menghindar darinya? ataukah kamu akan seperti Darma Jati Utama dalam novel SISA karya Esvr2004 ini, bergerak, mengerahkan segala kemampuannya, dan memburu kebenaran? Memangnya siapa yang begitu diperjuangkan untuk kembali baik nama baiknya oleh Darma? 

Sosok itu adalah Widagdo Utama, kakek dari Darma yang dijebloskan ke penjara melalui operasi internasional. Melihat sosok yang selama ini ia hormati duduk di kursi pesakitan. Ada bara di dalam diri Darma yang membuatnya tidak hanya ingin membalas dendam tapi mengembalikan nama baik kakeknya. Darma yang merupakan seorang hacker menggunakan semua resource yang ia miliki untuk menelusuri kembali jejak operasi dan siapa dalang yang menjebloskan kakeknya ke penjara.   


Novel SISA ini sejak halaman-halaman awal sudah membawa pembacanya ke adegan-adegan misterius yang menegangkan. Bahkan hingga akhir novel ketegangan dalam membaca berhasil dijaga oleh penulisnya. Banyak sekali part-part cerita menegangkan seperti tokoh-tokoh yang tiba-tiba menghilang, perjalanan Darma menelusuri kata kunci demi kata kunci, latar yang berpindah dari Surabaya ke Rusia, tembak-menembak di bandara, kejar-kejaran mobil di jalanan Rusia, hingga penyamaran di kapal pesiar.

Gila sih, saya dibuat beberapa kali bereaksi, "loh lok", "wah", "eh, eh, keren" dan banyak ekspresi lainnya selama membaca. Namun, di tengah-tengah membaca saya baru sadar sepertinya ada dimensi cerita lainnya yang harusnya menjadi latar cerita novel SISA ini, karena saya merasa ada yang "missing". Dan setelah saya iseng menanyakan pada penulisnya, novel SISA ini bisa dibaca stand alone tapi jika kita membacanya dari novel DIA (yang akan segera saya baca setelah ini), mungkin perasaan "missing" itu akan terjawab. 

Overall, novel SISA ini seru banget untuk dibaca. Cara penulisannya asik tidak terlalu "berat" meskipun ide ceritanya grande banget. Sesungguhnya bisa sekali dibaca dalam sekali duduk, tapi karena saya masih di slow read mode, saya perlu beberapa hari menuntaskannya. 

Kawan-kawan bisa coba baca sendiri novelnya yah. selamat membaca. 

Tuesday, March 17, 2026

Noni Londo yang Menjalani Takdirnya Sebagai Gowok di Nyi Sadikem


Nyi Sadikem  || Artie Ahmad || @marjinkiri ||  Cetakan Pertama, Juni 2025 || 221 halaman 

Rate : 5/5 ⭐

Orang-orang datang menghancurkan tempat pelacuran, beberapa perempuan mereka tawan dengan tuduhan mengganggu ketenangan. Para lelaki sering bergumul bersama mereka, menghabiskan uang dan waktu. Para pelacur itu yang disalahkan, mereka tidak menyalahkan kaum lelaki yang datang atas kemauan sendiri.

[ Nyi Sadikem - Artie Ahmad ]


Jujuuur saya membaca novel Nyi Sadikem ini karena FOMO. Banyak bookstagram atau booktok yang menyarankan membaca novel satu ini. Dan ini salah satu keFOMOan yang tidak akan saya sesali. Sebuah premis cerita seorang perempuan blasteran yang menjadi gowok itu cukup menarik bagi saya. Selama ini gowok yang diidentikkan sebagai profesi sumir yang dilakoni perempuan pribumi kemudian dalam kisah Nyi Sadikem ini tokohnya adalah seorang blasteran pribumi dan londo. Perempuan itu bernama Elizabeth van Kirk, anak dari gundik dan lelaki Belanda Isaak van Kirk. 

Kebahagiaan Elizabeth yang kecilnya dipanggil Pop oleh papanya tak berlangsung lama. Terlebih saat ia tahu papanya hanya menganggap mamanya sebagai budak pemuas nafsu dan statusnya tak lebih dari seorang gundik. Hingga istri sah papanya datang, hidup Elizabeth dan mamanya semakin menderita. Mamanya yang gundik itu kemudian ditemukan menggantung di pohon dekat rumahnya dan tak lama setelahnya Elizabeth dibuang di sebuah sungai setelah sebelumnya dihajar setengah mati. 

Takdir hidup yang akhirnya membawa Elizabeth yang blasteran noni Belanda itu bertransformasi menjadi Moerni dan kemudia Nyi Sadikem. Ia menjadi salah satu primadona gowok yang membuat banyak pemuda yang menjadi cantriknya luluh hatinya. Tidak hanya karena kecantikan dan tubuh Nyi Sadikem, tapi karena ia benar-benar menuntun para pria muda itu mendapatkan kejantanannya dan siap menghadapi gerbang pernikahan.

Oke, banyak yang mengira profesi Gowok itu sebagai profesi yang merendahkan perempuan. Tapi bagi saya entah mengapa profesi Gowok yang dijalani oleh Nyi Sadikem ini justru menunjukkan kekuatan peranan perempuan pada masa itu. Bayangkan, seorang laki-laki muda sampai harus memerlukan bantuan seorang Gowok untuk menemukan kejantanan dan bersiap menjadi suami yang paripurna. 

Seperti Nyi Sadikem, ia tak hanya mengajari para pria itu tentang urusan ranjang tapi lebih dari itu. Bagaimana seorang gowok harus bisa mengurus seorang perempuan dan melakukan peran sebagai suami. Pada masa itu, tanpa seorang gowok, pemuda-pemuda yang baru netes itu akan gelagapan masuk ke kehidupan rumah tangga. Peran perempuan sebagai pendidik dalam urusan rumah tangga juga sangat menonjol dalam tradisi Gowok ini. 

Tapi, tentu saja akan muncul pro kontra. Gowok dikisahkan harus tahu batasan. Ia hanyalah istri bayangan yang tidak boleh menggunakan hatinya saat "mengasuh" pria muda itu. Ia harus siap melepas cantriknya jika masanya tiba. Di titik ini, profesi Gowok hanya dinilai dengan materi, tidak boleh ada perasan yang terlibat. 

Sepintas, saya melihat Gowok itu seperti Geisha di Jepang. Mereka tak hanya sekedar menjual tubuh tapi keindahan. Sama-sama digambarkan sebagai perempuan yang lemah lembut, kalem, dan mengerti cara membuat laki-laki bahagia. Tradisi Gowok ini banyak terjadi di Jawa, khususnya di sekitaran Banyumas, kalau di novel ini latarnya ada di daerah bernama Mbanget Waru berlatar tahun 1930an. Namun tradisi ini hilang di sekitar tahun 60-an. 

Novel Nyi Sadikem ini enak banget dibacanya. Ceritanya disusun menguras emosi dari satu konflik yang muncul di hidup Nyi Sadikem ke konflik lainnya. Pun jika ada adegan sensual yang ditampilkan dalam novel ini, penulisannya tidak terkesan binal. Kita bisa merasakan luka perasaan yang dialami tokohnya. Dari membaca novel ini kita tahu satu hal, bahkan dari profesi yang dianggap tabu dan tak bermoral, pada masanya Gowok punya peranan yang cukup signifikan dalam mendidik seseorang untuk masuk ke dunia pernikahan. 

Selamat mengeksplorasi novel ini.